Antara Benci dan Cinta

Kata orang, kalau sedang jatuh cinta serasa dunia milik bedua. Ketika jatuh cinta, seolah tak ada yang salah dari yang kita cintai. Coba perhatikan dengarkan semua lagu tentang cinta, mulai dari Jatuh Cinta (Titiek Puspa) hingga Sempurna-nya Andra and Thebackbone dan masih banyak lainnya. Bahkan (kata orang juga), ketika jatuh cinta, t*i kucing rasa coklat (beuh….). Tadinya terdengar lebay banget, tapi setelah dipikir-pikir benar juga. Begitulah, ketika cinta sudah membabi buta, ia telah menutup segalanya. Segala cacat dan kekurangan diabaikan karena rasa cinta telah mengalahkannya. Pun sebaliknya. Ketika rasa benci sudah datang menyelimuti hati, seolah orang yang kita benci itu tidak pernah benar dan harus selalu salah.

Rasa cinta atau suka, sangatlah manusiawi sifatnya, demikian dengan rasa benci. Rasulullah Muhammad SAW telah mengingatkan :

“Cintailah orang yang kamu cintai sewajarnya, boleh jadi pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang engkau benci. Dan, bencilah orang yang kau benci sewajarnya, boleh jadi pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang engkau cintai.” HR. Muslim

Tidak hanya dalam dunia antara 2 orang lawan jenis, hal ini dapat kita perluas konteks-nya. Yang lagi ngetren dikalangan abg saat ini, sebutlah saja bunga, yang videonya dibuat sedemikian rupa, mengalahkan termeh*kme*hek atau realiaty show tahun 2000an, dimana kecintaan para abg begitu besar sehingga ditirulah semuanya. Seolah semua yand dia lakukan semuanya benar.

Atau dalam konteks yang lain lagi, di dunia perpolitikan. Saat seorang tokoh yang dikaguminya muncul, euforia-nya luar biasa. Pokoknya semua yang dilakukan tokoh tersebut baik dimatanya. Ketika ada orang yang berkomentar negatif, dibilangnya sirik lah, iri lah, gak mampu lah atau lain-lainnya. Begitu pula ketika sudah membenci seorang tokoh, semua yang dilakukannya akan terasa salah.

Makanya, seperti kata hadist nabi tadi, cintai dan bencilah orang itu dengan sewajarnya. Jadi kita dapat menyaring ketika ada informasi tentang dia, atau perkataannya atau perbuatannya, apakah sesuai dengan yang seharusnya.

#edisilamagaknulinulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *