Category: natin

[NatIn] Siapa Yang Salah?

Hubungan kita dengan orang lain, tidak selamanya mulus. Kadang ada gesekan atau ketidakselarasan. Bahkan, bisa sampai bertengkar segala. Anda misalnya, apakah saat ini sedang bermasalah dengan seseorang? Yang salah siapa? Dia atau Anda. Hampir bisa dipastikan kalau Anda mengira bahwa yang salah itu dia, bukan Anda. Lucunya, mungkin dia pun menilai bahwa yang salah itu […]

[Natin] Membuatkan Minuman Untuk Teman

Tepat jam delapan pagi. Kehidupan di kubikalkembali berjalan normal. Tidak terlalu normal sebenarnya. Karena ada hal-hal yang berjalan tidak seperti bisanya. Sejak tulisan di whiteboard yang bikin heboh itu. Sikap orang-orang di kubikalbanyak sekali berubah. Positif tentu saja. Bekerja menjadi terasa lebih nikmat, sekarang. Sebelumnya. Mereka sering mengeluhkan soal ini dan itu. Membuat pekerjaan yang […]

[Natin] Memahami Karakter Pekerjaan

Gara-gara bangun telat. Semuanya jadi berantakan. Meskipun sudah berusaha ngebut waktu di kamar mandi, tapi tetap saja nggak bisa menolong banyak. Akhirnya Opri terlambat tiba di kantor. Mesin jeglegan pasti memberinya angka merah di lembar absesnsi. Dan si bongsor Sekri pasti nggak bisa melihat mukanya di kubikal. Nggak ada tempat untuk sembunyi. Nggak ada lokasi […]

[Natin] Diantara Fakta dan Rumor

Libur panjang berakhir sudah. Lumayan. Jumat tanggal merah. Sabtu dan Minggu, bukan hari kerja. Bablas 3 hari nggak mesti setor muka ke mandor di kantor. Tapi ya ini kan sudah Senin lagi. Ya sudah berakhir toh liburannya. Waktunya kerja lagi. Hari ini mesti kerja lebih ekstra. Semua orang juga tahu kalau sehabis liburan panjang, pasti […]

[Natin] Menolak Jadi Managing Director

Keadaan serba berubah. Terutama sejak beredarnya isyu Natin  menjadi Managing Director. Semua orang menjadi kikuk. Bagaimana harus mengubah sikap terhadap OB yang beruntung itu. Rasanya aneh aja. Gimanaaa gitu. Kalau Natin  sudah jadi boss kan nggak mungkin kita bersikap dengan cara yang sama seperti biasanya. Cara bicara kita. Mesti lebih sopan. Perilaku kita. Mesti lebih santun. […]