Jakarta Banjir

Sudah beberapa hari ini, Jakarta diguyur hujan. Mungkin tidak terlalu deras, tapi dengan intesitasnya yang sering tak ayal membuat beberapa tempat yang biasanya memang menjadi langganan banjir menjadi tergenang air.

Banjir, seolah menjadi sesuatu yang biasa terjadi disini. Bukan sedikit upaya yang dilakukan pemda Jakarta, tapi apa daya banjir tetap menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Entah pemdanya yang tidak serius mengurusi ini atau mungkin sengaja membiarkan ini terjadi agar senantiasa ada proyek-proyek yang berkaitan dengan penanggulangan banjir, sehingga ada dana untuk itu dan uangnya bisa di ‘sunat’ lagi, tapi semoga saja itu tidak terjadi.

Banjir sebenarnya juga bukan hanya masalah pemda. Inipun perlu bantuan dari semua pihak, termasuk kesadaran kita sebagai masyarakat agar menjaga lingkungan kita. Jalan termudah mungkin dengan tidak membuang sampah disembarang tempat serta mengurangi pemakaian bahan-bahan berbahan plastik yang notabene susah untuk diurai tanah. Sampah yang dibuang sembarangan telah turut berandil besar dalam masalah banjir. Coba tengok pintu-pintu air ketika terjadi banjir. Pasti yang terkumpul disana adalah sampah.

Tidak hanya itu, terjadinya pendangkalan di sungai-sungai di Jakarta pun akibat sampah! bukan hanya di Jakarta di daerah hulupun demikian, sehingga sampahnya hingga sampai Jakarta. Jika kita menyadari itu mungkin banjir bisa sedikit demi sedikit menjadi tidak ada. Sekali lagi, tapi… masyarakat kita sepertinya sengaja (sepertinya membudaya), mereka sebenarnya mengetahui apa manfaat dan bahayanya, tapi tetap aja ‘ngeyel’ dan terus melakukan hal tersebut.

Kesadaran dalam hal persampahan ini nampaknya perlu terus kita gaungkan, sehingga mencegah banjir tak lagi menjadi agenda rutin kegiatan kita jika musim hujan telah tiba, semoga…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *