Motor Matic VS Motor Manual


kemarin, seperti biasanya saya naek motor ke kantor. Seperti biasa pula di pagi hari, jalan menuju Jakarta situasinya selalu padat. Tapi ditengah kepadatan itu, mataku tetumbuk (halah…) pada (spakbor) sebuah motor didepanku. Disitu terdapat stiker dengan tulisan :

“kalo cuma nge-gas doang sih, engkong gue juga bisa!”

tadinya saya nggak ‘ngeh’ dengan maksud tulisan tersebut. Akhirnya saya teringat beberapa saat sebelumnya, ditempat yang sama (spakbor motor bagian belakang maksudnya) sebuah motor matic saya juga pernah melihat tulisan seperti ini :

“hari gini oper-oper gigi? capek deh…”

untuk yang di motor natic tadi, saya juga pernah lihat “balasannya” di sebuah motor bebek biasa :

“hari gini gak oper gigi? ompong dong…”

tidak ada yang aneh sebenarnya dari hal di atas. Tapi saya berfikir, sampai segitunya kecintaan (fanatisme) pemilik suatu jenis kendaraan dan meremehkan jenis kendaraan lain. Suatu hal (yang menurut saya) sangat tidak perlu.

Tidak salah kemudian jika dalam skala yang lebih besar dan lebih serius, hal seperti ini (cinta terhadap golongan sendiri dan meremehkan golongan lain) banyak terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *