[NatIn] Siapa Yang Salah?

Hubungan kita dengan orang lain, tidak selamanya mulus. Kadang ada gesekan atau ketidakselarasan. Bahkan, bisa sampai bertengkar segala. Anda misalnya, apakah saat ini sedang bermasalah dengan seseorang? Yang salah siapa? Dia atau Anda. Hampir bisa dipastikan kalau Anda mengira bahwa yang salah itu dia, bukan Anda. Lucunya, mungkin dia pun menilai bahwa yang salah itu Anda, bukan dia. Makanya, sampai sekarang masalah itu masih berlanjut. Meskipun kejadiannya sudah bertahun-tahun lalu.
 
Andai memang dia yang salah. Lalu dia meminta maaf kepada Anda, apakah Anda memaafkannya? Ataukah sakit hati ini sedemikian kuatnya sehingga baginya; tidak ada kata maaf.Kita sering mengira bahwa memaafkan itu rugi. Padahal, apa ruginya kan? Kalau pun itu berkaitan dengan soal finansial, tidak memaafkan tidak menjadikan uang kita kembali. Lagipula, ada pahala dalam memaafkan.
 
Jangan bilang kita tidak lagi perlu pahala. Karena, pahala yang sudah kita punya pun belum tentu cukup untuk menebus dosa-dosa kita. Boleh jadi, kita merasa sudah banyak kebaikan kita. Namun kita lalai terhadap kesalahan yang kita lakukan. Sama seperti kita mengira sudah berbuat baik, padahal dimata Tuhan tidak bernilai ibadah. Kita juga bisa mengira orang lain yang salah, padahal mungkin kebalikannya. Bisa rugi banget kita.
 
Di dunia rugi menanggung kekesalan hati. Diakhirat, rugi menerima putusan Ilahi. Maka tidak penting lagi soal siapa yang salah. Yang memaafkan itulah yang paling beruntung diantara keduanya. Karena dia, memiliki sifat Tuhan Yang Maha Pengampun. Andakah orang yang beruntung itu? In sya Allah.
sumber :
DEKA – Dadang Kadarusman
Author, Trainer, and Public Speaker

Jawa, yang nampak selalu lebih hijau…

Gedung Jawa - Kantor Pusat DJBC

Gedung Jawa – Kantor Pusat DJBC

Gambar ini saya ambil pada hari Rabu lalu (18/3). Tepat setelah pengecatan atap gedung jawa (dulu dikenal sebagai gudang cukai) selesai dilaksanakan, dan kebetulan juga, ruangan saya tepat diseberangnya, sehingga lebih mudah mengambil gambarnya. Entah filosofi apa yang digunakan oleh bagian umum kantor pusat dalam pemilihan warna hijau tersebut. Saya hanya berfikir apa karena nama “JAWA” yang disandang gedung tersebut yang membuat pemilihan warna gedung tersebut, sehingga ketika melihatnya memang Jawa kelihatan hijau, yang mungkin terinspirasi dari pepatah “Rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri”, 🙂 #ngarang

Memang, bagi sebagian besar pegawai Bea Cukai, yang notabene penempatannya seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, bekerja di pulau Jawa adalah sebuah impian. Selain karena berasal dari Jawa, keberadaan anggota keluarga yang berada di Jawa-lah yang membuat pegawai Bea Cukai menempatkan pulau Jawa sebagai home base ataupun tujuan pensiun. Termasuk saya, yang sudah menuliskan home base di Cimanggis, Jawa Barat, 😀

Terlepas dari itu semua, masing-masing orang punya penilaian dan arti tersendiri mengenai gambar di atas.

Selamat Bekerja…

Sulitnya Menjaga Konsistensi

13993328641137775654

Konsisten. Sebuah kata yang sepertinya sederhana, namun tidak mudah dalam pelaksanaanya. Seperti dalam pengelolaan blog ini. Sebelumnya saya pernah ber-azzam untuk rutin menulis, apapun itu, tak pandang bagus atau tidak, akan membuat tulisan untuk blog ini, untuk melatih konsistensi. Namun apa daya, …. saya baru teringat kembali azzam itu, setelah sekian lama saya tidak menulis. Ada banyak tantangan bagi saya dalam mencoba untuk konsisten, diantaranya kekhawatiran hasil tulisan. Yang saya tau, saya bukanlah tipe penyampai pesan yang baik, Saya lebih suka “to the point” walaupun kadang-kadang bisa sedikit mengembangkan topik utama. Benar-benar sedikit. (more…)

MENGENDALIKAN MARAH KEPADA ANAK [PARENTING]

Sebuah kultwit dari ust. Bendri Jaisyurrahman (@ajobendri), patut untuk kita renungi bersama :

1| Hal yg mesti menjadi fokus orangtua adalah bagaimana melatih diri untuk bisa mengasuh anak tanpa marah

2| Tak marah bukan berarti membiarkan perilaku negatif anak. Orangtua harus tegas untuk meluruskan anak jika menyimpang

3| Rasulullah mengatakan “jangan marah” dan menjanjikan surga bagi yg bisa melakukannya tersebab perilaku marah tak pantas dibiasakan

4| Marah yg diselimuti ekspresi menyeramkan serta kasar, alih-alih membuat anak berubah, justru malah trauma yg dirasakan anak. Anak pun terluka (more…)

Sebuah Pengalaman Yang Luar Biasa Bersama Ayah Edy…

Hari Rabu lalu, 14 Mei 2014, alhamdulillah berhasil mendapat ilmu baru mengenai parenting dari seorang parenting consultant, Ayah Edy. Selain seorang Praktisi pendidikan berbasiskan Multiple Intelligence dan Holistic Learning beliau dikenal juga sebagai narasumber di sebuah televisi  dan radio swasta, penulis buku-buku best seller serta pembicara nasional untuk workshop dan seminar parenting.

Proses untuk mendatangkan seorang Ayah Edy tidaklah mudah. Selain kesibukan beliau yang luar biasa, dari sisi kami selaku pengundang juga tidak semudah iklan di t*kobag*s.com yang tinggal klik-ketemuan-deal :).

Tema parenting merupakan tema yang tidak biasa untuk sebuah PPPKP dilingkungan kerja kami, karena memang biasanya tema yang dihadirkan adalah tema-tema yang terkait dengan pekerjaan sehari-hari. Tapi berkat kegigihan dan bantuan beberapa orang senior akhirnya pimpinan menyetujui tema ini.

Tapi sudahlah, toh itu semua sudah dilalui. Dan, terselenggaranya acara ini dengan baik, serta antusiasme peserta dan pegawai yang akhirnya tidak bisa ikut juga cukup membuat lelah yang dirasa menjadi sirna… (more…)