Sebuah Pengalaman Yang Luar Biasa Bersama Ayah Edy…

Hari Rabu lalu, 14 Mei 2014, alhamdulillah berhasil mendapat ilmu baru mengenai parenting dari seorang parenting consultant, Ayah Edy. Selain seorang Praktisi pendidikan berbasiskan Multiple Intelligence dan Holistic Learning beliau dikenal juga sebagai narasumber di sebuah televisi  dan radio swasta, penulis buku-buku best seller serta pembicara nasional untuk workshop dan seminar parenting.

Proses untuk mendatangkan seorang Ayah Edy tidaklah mudah. Selain kesibukan beliau yang luar biasa, dari sisi kami selaku pengundang juga tidak semudah iklan di t*kobag*s.com yang tinggal klik-ketemuan-deal :).

Tema parenting merupakan tema yang tidak biasa untuk sebuah PPPKP dilingkungan kerja kami, karena memang biasanya tema yang dihadirkan adalah tema-tema yang terkait dengan pekerjaan sehari-hari. Tapi berkat kegigihan dan bantuan beberapa orang senior akhirnya pimpinan menyetujui tema ini.

Tapi sudahlah, toh itu semua sudah dilalui. Dan, terselenggaranya acara ini dengan baik, serta antusiasme peserta dan pegawai yang akhirnya tidak bisa ikut juga cukup membuat lelah yang dirasa menjadi sirna…

Pada kesempatan itu, ayah edy menyampaikan tentang bagaimana menggali dan memetakan potensi emas anak sejak dini. Umumnya kita memandang bahwa menjadi ranking 1, 2, 3 adalah suatu keharusan atau tolok ukur bahwa anak kita pintar. Sementara yang tidak ranking berarti tidak pintar (cenderung kita menyebutnya bodoh).

Kecerdasan merupakan bawaan lahir dari setiap manusia, artinya setiap individu yang dilahirkan kedunia membawa kecerdasannya masing-masing, bahkan orang yang (maaf) memiliki kebutuhan khusus sekalipun, jadi jangan sia-siakan itu. Terkadang kita hanya mengukur suatu kesuksesan itu dari satu sisi tanpa melihat sisi lainnya. Sadarkah kita bahwa kadang anak-anak kita bisa sukses melalui kesukaannya dalam menulis, menggambar atau menari, atau mungkin anak kita ternyata malah suka bereksperimen?

Sudah menjadi kewajiban kitalah sebagai orangtua untuk terus menggali dan menemukan potensi apa yang ada pada anak kita. Kita tidak harus memaksakan anak kita untuk bisa menjadi seperti yang kita inginkan, karena itu belum tentu menjadi yang terbaik bagi anak kita, atau bahkan menjadi penghambat bagi kesuksesan anak-anak kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *