Sulitnya Menjaga Konsistensi

13993328641137775654

Konsisten. Sebuah kata yang sepertinya sederhana, namun tidak mudah dalam pelaksanaanya. Seperti dalam pengelolaan blog ini. Sebelumnya saya pernah ber-azzam untuk rutin menulis, apapun itu, tak pandang bagus atau tidak, akan membuat tulisan untuk blog ini, untuk melatih konsistensi. Namun apa daya, …. saya baru teringat kembali azzam itu, setelah sekian lama saya tidak menulis. Ada banyak tantangan bagi saya dalam mencoba untuk konsisten, diantaranya kekhawatiran hasil tulisan. Yang saya tau, saya bukanlah tipe penyampai pesan yang baik, Saya lebih suka “to the point” walaupun kadang-kadang bisa sedikit mengembangkan topik utama. Benar-benar sedikit.

Ah… sudahlah, intinya saya ingin mencoba kembali. Bukanlah hal yang kebetulan, ketika tadi pagi dalam perjalanan, saya membuka facebo*k dan menemukan sebuah cerita. Cerita yang klasik sebenarnya, yakni cerita tentang sebuah perlombaan lari antara seekor kura-kura dan seekor kelinci. Anda juga sudah tau bukan, ending dari cerita itu? yang intinya kita tidak boleh lalai dan sombong seperti si kelinci yang akhirnya harus kalah dalam lomba lari dari kura-kura.

perlombaan kelinci melawan kura-kuraRupanya cerita ini masih bersambung. Dalam cerita yang saya baca tadi rupanya si Kelinci sangat kecewa dengan kekalahannya lalu melakukan analisis penyebabnya. Dia sadar bahwa dia kalah karena terlampau percaya diri, kurang hati-hati dan terlena. Kalau saja dia bisa lebih waspada maka tidaklah mungkin Kura Kura bisa mengalahkannya. Lalu ditantangnya lagi Kura Kura tersebut untuk melakukan lomba ulang yang disetujui oleh Kura Kura. Dan kali ini, sang Kelinci menang mutlak karena dia berlari tanpa henti. Moral dari cerita kedua ini adalah Cepat dan konsisten akan mengalahkan yang lambat dan konsisten. Kalau ada dua orang diperusahaan, yang satu lambat, pakai metoda dan handal sedangkan yang satu lagi cekatan dan handal, maka yang cepat dan handal akan maju lebih cepat lambat asal Konsisten itu bagus akan tetapi lebih bagus lagi kalau Cepat dan Konsisten.

slowRupanya cerita ini masih ada sambungannya. Kali ini sang Kura Kura mulai berpikir dan sadar bahwa tidaklah mungkin berlomba dengan Kelinci pada jalur seperti yang lalu. Setelah berpikir keras, kali ini Kura Kura menantang sang Kelinci untuk berlomba lagi pada jalur perlombaan yang berbeda. Sang Kelinci setuju. Mereka mulai berpacu dan sang Kelinci berlari dengan cepat tanpa berhenti sampai akhirnya terpaksa berhenti ditepi sungai, karena harus menyeberang. Rupanya garis finish nya terletak beberapa ratus meter setelah tepi diseberang sungai . Sang Kelinci bingung tidak tahu harus berbuat apa….. dan tak lama kemudian muncul Kura Kura menyusul dan dengan santainya menyeberang sampai kegaris finish dan memenangkan pertandingan.

kura-kura kelinci 6

Maksud cerita ini adalah:
Pertama, temukan kekuatan utama anda kemudian carilah tempat bertanding yang sesuai dengan kekuatan utama anda. Di Perusahaan, kalau anda pandai berbicara, carilah kesempatan untuk memberikan presentasi sehingga pimpinan anda bisa melihat kemampuan anda. Kalau Kekuatan anda adalah menganalisis, carilah peran yang membutuhkan kemampuan analisis. Bekerja pada Kekuatan anda bukan hanya menunjukkan kehebatan anda akan tetapi juga menciptakan kesempatan untuk maju dan berkembang. Kalau Kekuatan anda adalah mengorganisir, carilah peran untuk mengorganisir sesuatu kegiatan penting agar perusahaan tahu bahwa anda mungkin pantas menjadi manager. Kalau kekuatan anda adalah waspada dan teliti, carilah peran yang membutuhkan kewaspadaan dan ketelitian seperti peran yang terkait dengan keselamatan, hukum atau keuangan.

Ceritanya belum selesai lho (et dah… panjang amat yak…)

Kali ini sang Kelinci dan Kura Kura menjadi bersahabat dan mulai memikirkan solusi masalah bersama sama. Keduanya sadar bahwa lomba yang terakhir bisa dilakukan dengan jauh lebih baik.  Jadi mereka memutuskan untuk melakukan perlombaan lagi , cuma kali ini mereka berlari dalam satu team. Mereka mulai berlari …… mula mula sang Kelinci menggendong Kura Kura sampai ketepi sungai, kemudian disini Kura Kura yang menggendong Kelinci untuk menyeberangi sungai. Diseberang satunya Kelinci mulai menggendong Kura-kura lagi sampai kegaris finish. Sampai digaris finish keduanya merasa puas karena berhasil tiba dengan waktu yang jauh lebih cepat dari lomba sebelumnya.

0803_kelinci-dan-kura-kura4Maksud cerita ini adalah:
Bagus menjadi orang yang brilian dan mempunyai kekuatan utama; akan tetapi tanpa bisa bekerjasama didalam suatu team dan menjalin masing masing kekuatan utama, hasilnya tidak akan maksimal karena selalu ada situasi dimana anda berkinerja kurang sedangkan rekan lainnya lebih baik.

Kerjasama adalah masalah kepemimpinan yang sesuai dengan situasi, yaitu dengan memberikan kesempatan kepada seseorang yang memiliki kompetensi inti yang sesuai dengan situasi mengambil alih kepemimpinan.

Ada lagi yang dapat dipelajari disini?
Catat bahwa baik Kelinci maupun Kura Kura tidak pernah menyerah setelah mengalami kegagalan.Bahkan Sang Kelinci bekerja lebih keras setelah kegagalannya, Sedangkan Kura kura mengubah Strategi nya karena dia sudah berusaha sekuat tenaga. Dalam hidup, kalau kita menghadapi kegagalan, terkadang bisa diatasi dengan bekerja lebih keras dan menambahkan usaha. Kadang akan lebih cocok untuk mengubah Strategi dan melakukan sesuatu yang berbeda. Dan terkadang lebih cocok melakukan keduanya. Keduanya juga belajar sesuatu pelajaran yang sangat penting. Kalau kita berhenti berkompetisi dengan saingan kita lalu mulai berkompetisi dengan situasi, kita akan bisa mendapatkan kinerja yang jauh lebih baik.

Ringkasnya, cerita ini mengajarkan banyak hal pada kita. Pelajaran yang penting untuk kita adalah:
1. Bahwa cepat dan konsisten akan selalu lebih baik daripada lambat dan konsisten.
2. Ambilah peran yang sesuai dengan KEKUATAN utama anda.
3. Kumpulkan kekuatan dan bekerja didalam team akan selalu mengalahkan jagoan individu.
4. Jangan pernah menyerah kalau gagal.
5. Dan akhirnya, bersainglah melawan situasi, jangan melawan pesaing.

Sumber cerita : facebo*k.com, Sumber gambar : google image

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *