Syukur Yang Tidak Lazim

Ketika seseorang mendapatkan nikmat, maka syukur itu lazim dilakukan, sebagaimana firman Allah dalam surat Ibrahim ayat 7 : “…Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Selama ini di masyarakat yang disebut nikmat itu antara lain badan sehat, banyak harta, bisa beli rumah dan lain sebagainya. Jika mendapat itu semua maka syukur itu lazim dilakukan. Syukur asal katanya adalah syakara yang maknanya membuka. Orang yang bersyukur adalah orang membuka/ memperlihatkan nikmat Allah, tentunya karena mendapatkan nikmat tadi.

Ternyata buat orang-orang soleh yang pemahamannya melebihi dari orang biasa, dia juga bersyukur atas hal-hal yang lazimnya tidak disyukuri. Contoh : jika seseorang sakit, bagi orang lain ini adalah suatu musibah dan pengin cepet sembuh bahkan sering mengeluh. Namun bagi orang yang alim, dia malah bersyukur. Kenapa? Karena orang sakit yang sabar (bahkan bersyukur) maka dosanya akan dikurangi Allah.

Maka, hidup itu tergantung dari cara pandang kita. Oleh sebab itu, bagi orang-orang yang berilmu, setiap apa yang terjadi terhadap dirinya akan senantiasa disyukuri. Sebaik-baik do’a adalah Alhamdulillah….

Sudahkah kita bersyukur???

diinspirasi dari kultum ust. Zulfa Musthofa di kantor beberapa bulan yang lalu

gambar diambil dari sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *